Tampilkan postingan dengan label Yamaha F1Z-R. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yamaha F1Z-R. Tampilkan semua postingan

9 Nov 2011

Yamaha F1Z-R: KOPLING LIMA BAUT LEBIH YAHUD

Lazimnya, kopling motor Yamaha F1Z-R mengandalkan empat baut sebagai pemegang pelat penekan. Namun, desain ini mengandung kelemahan. Gejala selip sering terjadi akibat kurang kuatnya pelat penekan dalam menekan kopling. Ujung-ujungnya tenaga mesin tidak tersalurkan dengan sempurna.

Berkat tangan seorang mekanik dari Jakarta Barat, diciptakanlah kopling dengan lima baut pemegang pelat penekan. Sistemnya, murni kreasi sendiri dan merupakan pengembangan kopling serupa milik Yamaha YZ80. Dijamin kampas kopling kuat melekat.

29 Okt 2011

Yamaha F1Z-R: CARA SEDERHANA MENYETEL POMPA OLI

Idealnya, menurut pihak pabrikan Yamaha, 1 liter oli samping Yamaha F1Z-R habis dalam jarak 1.300 km. Jika habis sebelum jarak itu, berarti oli terlalu kaya. Sebaliknya, sudah sampai pada 1.300 km oli masih sisa banyak, berarti oli terlalu mskin. Patokan standar konsumsi oli itu sesuai dengan tingkat kerja mesin. Contohnya, pada putaran mesin normal atau stasioner, 1 liter bensin butuh campuran 20 cc oli. Sedangkan di putaran atas dan biasa diterapkan dalam balap, 40-45 cc oli.

Piston dan Silinder Yamaha Force -1: KAWAIN SILANG LARI KENCANG

    Bagi Force-1 mania, jangan buru-buru buang silinder bekas bila piston telah mencpai oversize penghabisan (1,00). Sebab agan-agan bisa meniru langkah cerdik mekanik balap. Caranya, tentu saja mengakali lewat pembesaran silinder dan kawin silang piston. 
Asyiknya, umur blok bisa panjang hingga enam kali oversize lagi. Selain bisa irit uang untuk beli blok silinder, lari motor bagaikan pelor (kencang).

23 Okt 2011

Yamaha F1Z-R: INTAKE RACING IRIT BENSIN

Banyak anggapan, pemakaian intake manifold racing di motor harian membuat bensin menjadi boros. Katanya, komponenkompetisi hanya cocok untuk  tunggangan balap. Padahal, justru dengan memakai leher angsa kompetisi pada kendaraan sehari-hari, bahan bakar jadi lebih irit. Tarikan jadi lebih spontan.